Rating: 6.5/10
Setelah menunggu dari zaman PSP sejak tahun 2011, gamers akhirnya
bisa memainkan Final Fantasy Type-0. Square Enix menghadirkan game Final
Fantasy yang sangat berbeda tersebut di luar Jepang sebagai Final
Fantasy Type-0 HD untuk PlayStation 4 dan Xbox One.

Cerita dimulai ketika MIlitesi Empire menyerang ketiga negara lainnya demi menguasai semua Kristal. Ketika menyerang Dominion of Rubrum yang menguasai sihir, serangan mereka berhasil dihentikan Class Zero, sekelompok pelajar terpilih dari Vermillion Peristylium. Berhasil mempertahankan wilayah mereka, Class Zero pun sekarang ditugaskan untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang telah direbut Militesi Empire.

Sistem pertarungannya bisa terlihat terpengaruh dari Crisis Core: Final Fantasy VII yang sangat berfokus pada pertarungan yang penuh aksi dan keputusan yang cepat. Secara garis besar, sistem pertarungan di Type-0 HD sedikit mirip dengan Kingdom Hearts dimana kalian bisa melakukan serangan biasa dan juga serangan lainnya. Tetapi, di Type-0 kalian tidak akan memilih menu seperti di Kingdom Hearts. Aksi yang dan serangan atau sihir yang bisa dikeluarkan di-set ke tombol. Jadi pertarungan terasa lebih seperti game action adventure.

Di antara misi, kalian diberikan waktu untuk melakukan berbagai macam, mulai itu dari latihan, mendengar pembicaraan orang, memenuhi permintaan orang lain, hingga belajar untuk meningkatkan status karakter.
Karakter utama atau party dalam Final Fantasy Type-0 HD berjumlah 14 orang. Masing-masing orang pun memiliki gaya bertarung yang berbeda karena menggunakan senjata yang bervariasi. Karena ini, kalian bisa bebas menggunakan karakter sesuai dengan gaya permainan kalian. Tetapi sayangnya karena jumlah karakter yang terlalu banyak ini, karakterisasi dari masing-masing karakter terasa dangkal.

Untuk segi visual, karakter-karakter dari Class Zero mendapatkan peningkatan habis-habisan. Grafis karakternya terlihat “jernih.” Sayangnya hal ini tidak berlaku untuk NPC dan lingkungannya. Meski ada peningkatan, teksturnya masih terasa kurang tajam, bahkan kadang-kadang masih terlihat seperti tekstur PSP. Tidak hanya grafisnya saja, hal lainnya yang cukup membuat kesal adalah jumlah layar loading. Banyaknya layar loading terjadi karena dulu PSP tidak sanggup untuk langsung menampilkan area yang besar, karena itu harus dibagi-bagi menjadi beberapa wilayah dan menyebabkan jadi banyak loading.


0 komentar:
Posting Komentar