Rating: 7.5/10
"Journey to the West" atau "Perjalanan Mengambil Kitab Suci ke Barat"
adalah novel legendaris China yang pastinya sudah banyak dikenal orang,
terutama di Indonesia dengan serial "Kera Sakti" yang menampilkan
petualangan Sun Go Kong (Sun Wu Kong) dan kawan-kawannya demi mengambil
kitab suci ke Barat. Selain serial televisi, Journey to the West sudah
diadaptasi ke dalam banyak media lainnya seperti komik, film layar
lebar, dan tentu saja: video game. Kali ini Gameloft, selaku pengembang
dan publisher game mobile terkenal, merilis sebuah game dengan tema yang
sama namun dengan beberapa twist dengan nama Immortal Odyssey.

Immortal Odyssey sendiri adalah game turn-based 2D MMORPG yang dapat
dimainkan secara gratis dengan pembayaran in-app purchase. Game ini
bercerita mengenai kisah Sun Wukong dkk yang mengetahui rahasia
kahyangan sehingga mengakibatkan pertarungan antara dunia kahyangan,
setan dan manusia untuk memperebutkan hadiah yang diinginkan semua
orang: kehidupan abadi. Walhasil gamers akan berperan sebagai
reinkarnasi dari tokoh-tokoh utama Journey to the West, seperti Sun
Wukong dll yang terbagi menjadi class. Setiap karakter class ini sendiri
memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri, seperti Ranger yang memiliki
kecepatan tinggi karena merupakan hasil reinkarnasi dari Sun Wukong,

Gameplay dari Immortal Odyssey sendiri adalah turn-based 2D MMORPG,
di mana gamers memasuki server yang berperan sebagai stage yang
berbeda-beda. Di dalam server/stage ini gamers dapat menjalani quest,
menjelajahi dungeon sembari mengumpulkan item untuk memperkuat karakter
dan perlengkapan, dan berinteraksi atau bertarung dengan gamers lainnya.
Mengejutkannya meski sudah diulang-ulang beberapa kali di game yang
berbeda, gameplay Immortal Odyssey sangat adiktif dan menarik, terutama
di bagian side questnya. Meski di awal permainan dungeon yang dijelajahi
terasa sangat linear atau lurus-lurus saja, namun lama kelamaan gamers
dapat menjelajahi dungeon yang lebih sulit dan berpindah-pindah layaknya
maze. Tentu saja hadiah yang di dapat juga lebih banyak dan berkualitas
bila dibandingkan dungeon biasa.

Uniknya Immortal Odyssey memiliki fitur pendekatan musuh layaknya
game konsol, di mana gamers dapat menyerang lebih dulu (pre-emptive
attack) apabila mendekati musuh yang ada di layar dari belakang. Selain
itu fitur kustomisasi senjata di Immortal Odyssey bisa dibilang unik dan
berbeda dengan game MMORPG mobile lainnya, karena lebih mirip dengan
pendekatan konsol. Memiliki grafik 2D yang unik dan indah, gaya seni
dari Immortal Odyssey hampir mirip seperti game-game RPG 2D dari ATLUS.
Kontrol dari Immortal Odyssey juga simpel; gamers cukup menyentuh layar
untuk menggerakan karakter. Begitu pula dengan gameplay pertarungan,
hanya saja gamers nanti dapat mengeluarkan jurus khusus apabila poin
"Rage" sudah terkumpul. Apabila sedang repot bekerja ketika sedang
bermain (terutama ketika menulis review ini, hehehe...) gamers dapat
mengaktifkan tombol "auto fight."

Meski memiliki gameplay yang adiktif, kontrol yang simpel dan grafis
2D yang indah. Immortal Odyssey sayangnya memiliki masalah yang cukup
serius di bagian server, bug dan crash. Bayangkan ketika gamers sedang
melawan boss dan hampir memenangkan pertarungan tersebut, tiba-tiba game
keluar secara tidak jelas. Ketika gamers kembali energy yang digunakan
untuk memasuki dungeon tetap hilang dan gamers tetap tidak mendapatkan
hadiah dari menyelesaikan dungeon tersebut. Karakter juga tidak bisa
digerakkan dan menu tidak dapat dibuka ketika beberapa kali mencoba
memainkan. Kecepatan bertarung juga kadang melambat karena server yang
entah kenapa selalu sibuk.

Immortal Odyssey adalah game yang cukup menyenangkan, karena memiliki
gameplay yang simpel dan adiktif, quest yang menantang, dan grafis 2D
yang indah. Sayangnya server yang sering bermasalah dapat mengganggu
kesenangan bermain. Meski begitu tidak ada salahnya toh apabila gamers
mencoba game turn-based 2D MMORPG. Gratis: tidak ada yang lebih baik di
dengar di dunia ini selain kata tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar