Minggu, 29 Maret 2015

Immortal Odyssey

Rating: 7.5/10

"Journey to the West" atau "Perjalanan Mengambil Kitab Suci ke Barat" adalah novel legendaris China yang pastinya sudah banyak dikenal orang, terutama di Indonesia dengan serial "Kera Sakti" yang menampilkan petualangan Sun Go Kong (Sun Wu Kong) dan kawan-kawannya demi mengambil kitab suci ke Barat. Selain serial televisi, Journey to the West sudah diadaptasi ke dalam banyak media lainnya seperti komik, film layar lebar, dan tentu saja: video game. Kali ini Gameloft, selaku pengembang dan publisher game mobile terkenal, merilis sebuah game dengan tema yang sama namun dengan beberapa twist dengan nama Immortal Odyssey.
Immortal Odyssey sendiri adalah game turn-based 2D MMORPG yang dapat dimainkan secara gratis dengan pembayaran in-app purchase. Game ini bercerita mengenai kisah Sun Wukong dkk yang mengetahui rahasia kahyangan sehingga mengakibatkan pertarungan antara dunia kahyangan, setan dan manusia untuk memperebutkan hadiah yang diinginkan semua orang: kehidupan abadi. Walhasil gamers akan berperan sebagai reinkarnasi dari tokoh-tokoh utama Journey to the West, seperti Sun Wukong dll yang terbagi menjadi class. Setiap karakter class ini sendiri memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri, seperti Ranger yang memiliki kecepatan tinggi karena merupakan hasil reinkarnasi dari Sun Wukong,
Gameplay dari Immortal Odyssey sendiri adalah turn-based 2D MMORPG, di mana gamers memasuki server yang berperan sebagai stage yang berbeda-beda. Di dalam server/stage ini gamers dapat menjalani quest, menjelajahi dungeon sembari mengumpulkan item untuk memperkuat karakter dan perlengkapan, dan berinteraksi atau bertarung dengan gamers lainnya. Mengejutkannya meski sudah diulang-ulang beberapa kali di game yang berbeda, gameplay Immortal Odyssey sangat adiktif dan menarik, terutama di bagian side questnya. Meski di awal permainan dungeon yang dijelajahi terasa sangat linear atau lurus-lurus saja, namun lama kelamaan gamers dapat menjelajahi dungeon yang lebih sulit dan berpindah-pindah layaknya maze. Tentu saja hadiah yang di dapat juga lebih banyak dan berkualitas bila dibandingkan dungeon biasa.
Uniknya Immortal Odyssey memiliki fitur pendekatan musuh layaknya game konsol, di mana gamers dapat menyerang lebih dulu (pre-emptive attack) apabila mendekati musuh yang ada di layar dari belakang. Selain itu fitur kustomisasi senjata di Immortal Odyssey bisa dibilang unik dan berbeda dengan game MMORPG mobile lainnya, karena lebih mirip dengan pendekatan konsol. Memiliki grafik 2D yang unik dan indah, gaya seni dari Immortal Odyssey hampir mirip seperti game-game RPG 2D dari ATLUS. Kontrol dari Immortal Odyssey juga simpel; gamers cukup menyentuh layar untuk menggerakan karakter. Begitu pula dengan gameplay pertarungan, hanya saja gamers nanti dapat mengeluarkan jurus khusus apabila poin "Rage" sudah terkumpul. Apabila sedang repot bekerja ketika sedang bermain (terutama ketika menulis review ini, hehehe...) gamers dapat mengaktifkan tombol "auto fight."
Meski memiliki gameplay yang adiktif, kontrol yang simpel dan grafis 2D yang indah. Immortal Odyssey sayangnya memiliki masalah yang cukup serius di bagian server, bug dan crash. Bayangkan ketika gamers sedang melawan boss dan hampir memenangkan pertarungan tersebut, tiba-tiba game keluar secara tidak jelas. Ketika gamers kembali energy yang digunakan untuk memasuki dungeon tetap hilang dan gamers tetap tidak mendapatkan hadiah dari menyelesaikan dungeon tersebut. Karakter juga tidak bisa digerakkan dan menu tidak dapat dibuka ketika beberapa kali mencoba memainkan. Kecepatan bertarung juga kadang melambat karena server yang entah kenapa selalu sibuk.
Immortal Odyssey adalah game yang cukup menyenangkan, karena memiliki gameplay yang simpel dan adiktif, quest yang menantang, dan grafis 2D yang indah. Sayangnya server yang sering bermasalah dapat mengganggu kesenangan bermain. Meski begitu tidak ada salahnya toh apabila gamers mencoba game turn-based 2D MMORPG. Gratis: tidak ada yang lebih baik di dengar di dunia ini selain kata tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More